Sandi Pamungkas, Siswa dengan Sederet Prestasi Internasional Ini Dapat Apresiasi dari Dandim Natuna

Sandi Pamungkas saat mendapatkan apresiasi dari Dandim 0318/Natuna.

Natuna (Ekspres.id) – Komandan Kodim 0318/Natuna, Letkol (Arm) Asep Ridwan, SH.M.Han., memberikan apresiasi kepada Sandi Pamungkas (16), salah seorang pelajar kelas VIII asal Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), yang telah berhasil meraih sederet prestasi, baik ditingkat Daerah, Nasional bahkan Internasional.

Prestasi yang ditorehkan Sandi bermula saat dirinya mulai menekuni dunia pertanian. Atas ketekunannya itu, siswa yang sedang mengenyam pendidikan di SMAN 2 Bunguran Timur, Kabupaten Natuna itu, akhirnya berhasil menciptakan sebuah inovasi baru yang diberi nama Smart Chili (cabai pintar).

Dari Smart Chili inilah, akhirnya Sandi berhasil memboyong sejumlah penghargaan dari berbagai lomba inovasi tepat guna, dari mulai tingkat Kabupaten, Provinsi, Nasional hingga Internasional.

Pada akhir tahun 2020, tepatnya pada tanggal 17-19 November, Sandi mencoba peruntungan dengan mengikuti lomba International Africa OCIIP Expo 2020, yang digelar di Nigeria, Afrika. Dari 108 negara yang mengikuti kompetisi tersebut, Sandi mampu menyabet juara I kategori predikat presentasi terbaik dan inovasi terkreatif.

“Lombanya secara online, kita presentasikan melalui video, lalu kita kirim ke panitia,” ujar Sandi, saat ditemui di Makodim 0318/Natuna, Jalan Batu Sisir, Desa Sungai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur, Selasa (09/02/2021) siang.

Atas prestasi tersebut, Sandi berhak mendapatkan medali emas dan sertifikat penghargaan. Tak hanya dirinya, pembina Sandi juga mendapatkan medali emas dan sertifikat yang sama. Ia adalah Komandan Kodim 0318/Natuna, Letkol (Arm) Asep Ridwan, SH.M.Han., yang selama ini selalu memberikan dukungan dan dorongan kepada Sandi.

Sebelumnya, Sandi juga pernah meraih sejumlah penghargaan tingkat Internasional, melalui Smart Chilinya. Diantaranya pernah meraih Juara III dalam ajang Internasional Exhibition For Young Inventor (IEYO) tahun 2020 di Taiwan dan Juara III Internasional Korea Sciene Egineering Fair (KSEF) tahun 2020 di Korea.

Sandi berharap kedepannya smart chili atau cabai pintar karyanya, dapat diterima oleh masyarakat luas, khususnya para petani yang ingin mengembangkan tanaman cabai. Selain cabai, cara ini juga dapat digunakan untuk berbagai jenis tanaman lain, seperti tomat, terong, paprika dan jenis sayur-sayuran lainnya.

“Terimakasih saya ucapkan kepada Kedua Orang Tua saya, Komandan Kodim 0318/Natuna beserta jajarannya, pihak Sekolah SMAN 2 Bunguran Timur dan Dinas Pemberdayaan Pemerintahan Desa (DPMD) Natuna, yang selama ini telah mensuport dan membantu saya dalam berinovasi dibidang pertanian,” harap Sandi.

Putra sulung dari pasangan Syahruddin dan Susanna itu, juga berhasil mengembangkan inovasi lainnya, yang dinamai alat Penangkap Air Di Udara (PADU). Alat ini digunakan untuk mengubah udara menjadi air, yang nantinya dapat digunakan untuk mengairi lahan pertanian.

Ayah Sandi merupakan seorang Babinsa yang bertugas di Desa Batu Gajah, Koramil 01/Ranai, Kodim 0318/Natuna, berpangkat Sersan Dua (Serda). Keluarganya saat ini sudah tinggal dan menetap di Desa Sungai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur. Sementara Ibu Sandi, selain menjadi Ibu Rumah Tangga (IRT), juga sedang fokus berkebun untuk membantu menambah penghasilan keluarga.

Sementara itu Dandim 0318/Natuna, Letkol (Arm) Asep Ridwan, SH.M.Han., mengaku sangat bangga atas sederet prestasi yang berhasil diraih oleh Sandi. Ia berharap kedepannya Sandi dapat terus berinovasi dibidangnya, agar mampu memajukan sektor pertanian di Indonesia, khususnya di Kabupaten Natuna.

“Ini adalah hasil dari dedikasi generasi muda kita, yang patut kita banggakan dan kita dukung karyanya hingga setinggi-tingginya,” ucap Asep Ridwan, saat menerima medali emas, karena ia juga telah membina Sandi dengan baik selama ini.

Asep Ridwan berharap, Sandi dapat menjadi motivator bagi para generasi muda di Indonesia, khususnya di Bumi Laut Sakti Rantau Bertuah. Menurutnya, letak geografis Natuna yang berada jauh diujung utara NKRI, tak jadi penghalang bagi siapapun untuk berkarya dan meraih prestasi.

“Karena jaman sekarang sudah canggih, apapun sudah bisa diakses melalui internet, bahkan lomba pun bisa digelar secara online. Sandi adalah contohnya, meski ia tinggal di daerah perbatasan, namun ia berhasil mencatatkan namanya di ajang Internasional. Ini sangat patut kita berikan apresiasi,” sanjung Asep Ridwan.

Pria asal Bandung Jawa Barat itu mendorong seluruh generasi muda di Natuna, agar terus mengejar impian dan cita-cita.

“Jangan pernah menjadikan alasan daerah tempat tinggal kita jauh dari perkotaan, sehingga kita patah semangat untuk berpikir maju. Teruslah berkarya dan raihlah mimpi setinggi langit, agar kita dapat mengharumkan nama keluarga, Daerah dan bangsa Indonesia yang kita cintai ini,” pungkas Asep Ridwan. (Budi Sianipar)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.