Siap Diaudit Inspektorat Soal Bansos, Amrilais: Dinsos Transparan

Tanjungpinang, (Ekspres.id) – Kepala Dinas Sosial Kota Tanjungpinang, Amrialis, menyatakan siap jika Inspektorat Kota Tanjungpinang mengaudit kegiatan pengadaan bantuan sosial (bansos) berupa bahan kebutuhan pokok gratis yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak COVID-19.

“Kami siap jika ada anggota DPRD yang ingin Inspektorat mengaudit kami. Kami transparan,” ucap Amrialis ketika ditemui jurnalis di ruang kerjanya, Jumat (5/6).

Amrialis mengaku dengan diauditnya kegiatan pembagian bansos tersebut justru ia bersyukur. Karena, dengan adanya audit maka akan diketahui apakah dalam pengadaan tersebut ada kejanggalan atau tidak.

Beberapa waktu lalu, kata Amrialis, memang ada anggota dewan yang berkomentar. Dia minta agar jangan Disperdagin saja diaudit, tetapi Dinsos juga.

“Kita terbuka kalau memang mau diaudit. Inikan untuk mencari kejanggalan, kelemahan, jika itu memang ada, maka akan diluruskan,” tegas dia.

Amrialis memastikan bahwa dalam pembagian sembako gratis itu sudah sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Mulai dari tahap pendataan ditingkat RT dan RW, kemudian lanjut ke tahap kelurahan, kecamatan dan terakhir di Dinas Sosial hingga penyalurannya ke warga penerima bansos.

Proses pengumpulan data dimulai dari RT dan RW, kelurahan, lalu ke Dinsos. Ada berita acara.

“Ketika data tersebut sampai ke kami, kita serahkan ke wali kota untuk dibuat Surat Keputusan mengenai penerima sembako gratis. Jadi bukan sembarangan kami mendatanya,” tegas Amrialis.

Sebelum menyerahkan data nama penerima bansos bahan pokok, sebelumnya Dinsos memverifikasi data tersebut agar tidak terjadi tumpang tindih.

“Saya sudah ultimatum anggota dalam verifikasi data harus hati-hati dan jujur. Karena kalau bermain, ada sanksi berat yang menunggu,” tutur Amrialis.

Dia juga menyayangkan ada sejumlah warga yang ketika ditagih foto copy KTP dan KK oleh RT, banyak yang menunda memberikan kepada RT hingga batas waktu yang ditentukan.

“Kita sayangkan ada beberapa warga yang ketika ditagih RT, menunda-nunda. Alasannya nanti saya antar ke rumah pak RT. RT ke rumah warga pun, dibilang nanti. Nah sampai waktu yang ditentukan, dia tak serahkan juga,” ungkapnya.

Akhirnya, warga yang tidak menyerahkan KTP dan KK itu tidak dapat menerima bansos bahan kebutuhan pokok gratis.

(kom)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.