Komunitas Rumah Peduli Disabilitas Natuna Butuh Perhatian Pemerintah

Para anggota Komunitas Rumah Peduli Disabilitas Natuna.

 

Natuna (ekspres.id) – Pentingnya keadilan sosial bagi kehidupan seluruh anak bangsa, menggugah rasa peduli Arya Putra terhadap penyandang disabilitas di Kabupaten Natuna.

 

Saat diwawancarai awak media di Rumah Komunitas Peduli Disabilitas Natuna, Jalan H. Adam Malik Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur, lelaki yang juga penyandang disabilitas ini mengatakan, bahwa penyandang disabilitas di Kabupaten Natuna mencapai 600 orang.

 

“Anggota Disabilitas kira-kira 600 orang,” ucapnya Arya, “Tetapi yang sudah bergabung di Rumah Komunitas Penyandang Disabilitas baru 12 orang. Saat ini kita belum mampu mengakomodir semuanya, sebab kita terkendala dengan prasarana untuk perekrutan disabilitas secara menyeluruh,” kata Ketua Komunitas Rumah Peduli Disabilitas Natuna tersebut.

 

Soal perekrutan Disabilitas ini baru pertama kali di Kabupaten Natuna, mereka ada cacat fisik karena kecelakaan ada juga bawaan dari lahir. “Disini kita beri pelatihan bermain musik sesuai dengan bakatnya, namun saat ini hanya musik prasarana yang ada karena keterbatasan dana,” katanya.

 

Perlu kita ketahui, para penyandang disabilitas terkesan tertutup dan tidak percaya diri. Kecenderungan tidak berbaur dengan masyarakat umum disebabkan ada jarak dari masyarakat.

Salah seorang penyandang disabilitas Natuna sedang menunjukkan skilnya dalam bermain musik.

 

“Semoga kedepannya kita semua bisa berbaur dan memberi perhatian, karena mereka juga anak bangsa dengan keinginan sama mendapat keadilan sosial, apalagi mereka selama ini tidak terekspos,” tukas Arya.

 

Sampai saat ini dari Pemerintah Daerah atau Dinas terkait belum ada bantuan dan perhatian, sebab terbentur legalitas, dimana SKT Kepengurusan belum keluar, namun administrasi kepengurusan sudah lengkap dan sudah di daftarkan ke Bakesbangpol Natuna.

 

Saat disinggung awak media mengenai dana operasional, Ia menjelaskan bahwa dana operasional selama ini dari hasil patungan pengurus dan  hamba Allah, ada juga dari teman- teman RSUD, Anggota DPRD dan Pemerintah Daerah bersifat perorangan, namun dari Dinas terkait belum ada.

 

Arya berharap, agar Pemerintah Daerah dan masyarakat Natuna memberi uluran tangan dan perhatian sebagai manusia layaknya, sebab tidak menutup kemungkinan kami berprestasi untuk bangsa dan daerah.

 

Hal senada disampaikan Ego yang juga merupakan penyandang disabilitas. Ia berharap, agar Pemerintah Daerah ikut peduli dan membuka hati, sebab telah diatur dalam UUD 1945 ayat 5, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. “Karena kami juga asset daerah,” ucap Ego.

 

Ego juga menjelaskan, orang tua penyandang disabilitas sebagian mendukung program ini, sebagian lagi kurang peduli, padahal ini untuk kelangsungan masa depan penyandang disabilitas dan tujuannya bisa suatu saat berkarya serta mendapat hak sama dengan masyarakat umumnya.

 

Sementara Dendi salah satu penyandang disabilitas yang mempunyai skil bermain gitar, berharap Pemerintah daerah memberi ruang dan waktu serta melibatkan mereka untuk  pembangunan daerah, baik itu dari bidang musik kelak dan dia sangat senang adanya rumah komunitas penyandang stabilitas, “disini saya dapat kebahagiaan, ” ucapnya.

Laporan : Budi Darma Sianipar

 

.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.