Ada Oknum Mengatas Namakan Masyarakat di Acara Syukuran Pelepasan WNI

Cherman, salah seorang koordinator acara Syukuran Pelepasan WNI saat memberikan keterangan.

 

Natuna (ekspres.id) – Berakhirnya masa observasi WNI dari Wuhan selama 14 hari di Kabupaten Natuna, Pemerintah Pusat melalui Kemenkes dan BNPB mengadakan Syukuran di Gedung Sri Serindit, Ranai, pada (15/02/2020) kemarin, ternyata pelaksanaannya menuai polemik.

Kegiatan tersebut yang seharusnya sukacita masyarakat dimana WNI dari Wuhan pulang ke keluarga masing-masing dalam keadaan sehat, namun meninggalkan luka bagi masyarakat , Organisasi Kepemudaan, Ormas dan tokoh masyarakat, akibat ulah oknum tertentu, dimana acara syukuran mengatasnamakan masyarakat, tetapi masyarakatnya tidak ada.

Dalam hal ini, Organisasi KNPI, Pemuda Pancasila, PWI, AJOI, Forum RT/RW mengadakan konferensi pers di Ranai Squar jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Bunguran Timur, Kelurahan Batu Hitam,Jumat 21/02/2020 untuk klarifikasi ,acara syukuran WNI dari Wuhan telah selesai di observasi di Natuna.

Niat baik Pemerintah Pusat melalui BPNB melaksanakan giat ini menjadi ternoda akibat ulah oknum yang mengatasnamakan kepentingan masyarakat, tetapi kenyataannya acara tersebut tidak mewakili masyarakat maupun ormas dan organisasi kepemudaan.

Hal itupun disampaikan Ketua KNPI Natuna Haryadi saat konfrensi pers, menurutnya acara itu ada kejanggalan, padahal aspirasi masyarakat sudah kita sampaikan ke Pemerintah Pusat yang disambut baik Menkopolhukam, dengan harapan semua terlaksana dengan baik hingga akhir masa observasi.

Para awak media saat mengikuti konfernsi pers, bersama Ketua KNPI Natuna dan Pemuda Pancasila Natuna.

“Kita tau terjadi kegaduhan di tengah-tengah masyarakat saat Natuna dihunjuk tempat observasi WNI dari Wuhan, hingga adanya aksi demo tanpa ditunggangi dan itu murni kemauan masing-masing masyarakat.

Setelah selesai masalah observasi dan aspirasi masyarakat yang kami sampaikan, ternyata masalahnya belum selesai, ada oknum darisini mengatasnamakan masyarakat perihal malam syukuran yang di dukung TNI dan Polri serta Pemerintah Daerah.

Menurut Suheri, saat Sekda Natuna dan Kabag Humas di konfirmasi, mereka juga tidak tau kegiatan ini, karena tidak ada surat tembusan ke Pemkab, bahkan panitia pelaksana giat tersebut tidak diketahui orangnya.

Usut punya usut, giat tersebut di pelopori 2 orang oknum, dimana kegiatan tersebut tidak diketahui atas nama masyarakat mana,? Dan anggaranya darimana,?
Setahu saya ucap Haryadi, masyarakat tidak ada patungan untuk pelaksanaan giat ini atau Pemerintah Daerah tidak juga mendanai giat ini.

Jadi timbullah niat baik kami untuk memperjelas persoalan ini, agar masyarakat tidak terkotak-kotak atau terpecah belah, kami minta oknum ini memberikan klarifikasi, atas dasar masyarakat mana melaksanakan acara ini, yang katanya mewakili ormas, tokoh kepemudaan dan tokoh adat.
“Kami minta oknum ini secara terbuka untuk mau melakukan klarifikasi dan tidak ada alasan harus disurati dulu, wong Presiden aja bisa diminta klarifikasi terbuka, tukas Haryadi.

Di tempat yang sama, Ketua PP DPC Kabupaten Natuna Muhammad Fadillah menjelaskan, bahwa malam giat syukuran di selenggarakan BPNB Pusat di undang saudara Cerman dan giat tersebut mengatasnamakan masyarakat dengan memakai IO untuk mengambil dana kegiatan bersama saudara irfan bersama-sama menyusun draf acara.

Kemudian Cherman datang kepada saya menyampaikan 5 poin, dimana poin-poin tersebut banyak kejanggalan dan akhirnya kami sampaikanlah 9 poin, tetapi hasil yang kami sepakati malah menjadi 12 poin, bahkan saudara Cerman tidak mau memberi tahu atau menunjukkan poin 12 tersebut, ada apa ini,? ucapnya.
Intinya, kalau panitia tetap di poin 12 itu, kami tidak setuju.

“Ia juga menyampaikan, menurut keterangan Wan Haris sebagai MPO PP, ada pernyataan saudara Irfan bahwa anggaran kegiatan syukuran dari LSM nya, jadi sangat berbelit-belit.
Disatu sisi kegiatan atas masyarakat, disisi lain atas kinerja mereka dan disisi lainnya bahwa ini kegiatan BPNB.

Semua ini perlu di klarifikasi, biar jelas dan gamblang, jangan ada lagi oknum mengatasnamakan masyarakat untuk kepentingan pribadi atau membuat perpecahan ditengah masyarakat seperti ulah oknum ini, sebab saya pun dan kawan-kawan dibully masyarakat, mereka pikir kami ikut andil atau bersama-sama dalam hal ini, pungkas Fadillah.

Sementara saudara Cherman hadir saat konfrensi pers, saat di wawancara oleh awak media, Cherman terkesan gugup dan kadang berbelit-belit, namun kehadirannya menunjukkan sikap tanggung jawab dan transparansi mengenai acara syukuran berakhirnya masa observasi WNI dari Wuhan di Natuna.

Beda dengan saudara Ivan, tidak hadir saat konfrensi pers, bahkan saudara Cherman menyampaikan pernyataan Irfan yang tidak mau hadir konfrensi pers jika tidak disurati.

Sementara Ketua KNPI dan PP Natuna bersama Ketua Forum RT/RW dan Ormas, meminta saudra Irfan secara terbuka untuk hadir selambat- lambatnya jam 3 sore ini di Ranai Squar untuk kepentingan klarifikasi tentang acara syukuran WNI Wuhan di Natuna yang mengatasnamakan masyarakat Natuna yang di dukung TNI, Polri, Pemda, Ormas, Organisasi kepemudaan, KNPI dan tokoh lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, saudara Ivan belum tampak hadir.

Laporan : Budi Darma Sianipar

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.