Kades Ceruk, Aramli : Masyarakat Saya Resah Natuna Jadi Tempat Karantina WNI dari Wuhan

Kepala Desa Ceruk, Aramli, saat ditemui awak media diruang kerjanya.

 

Natuna (ekspres.id) – Kisruh WNI dari Wuhan RRT dibawa ke Natuna untuk menjadi tempat konservasi selama 14 hari, menuai kecaman dari masyarakat dan Pemerintah desa setempat.

Hal itupun diamini Kepala Desa Ceruk Aramli di ruang kerjanya Senin 03/02/2020 pukul 10 pagi.

“Ia menjelaskan keresahan masyarakat tidak adanya sosialisasi dari Pemerintah Pusat sebelumnya maupun dari Dinas terkait dalam hal ini Kementrian Kesehatan dan semua secara tiba-tiba.

Jika WNI dari Wuhan sehat seperti yang disampaikan Kementrian Kesehatan, kenapa tidak dibawa ke daerah masing-masing, kita sadar observasi dari WHO harus dilaksanakan , tapi buatlah kebijakan ditempat yang tidak ada Penduduk.

“Saya bersama masyarakat setempat bukan tidak manusiawi, justru kita sangat manusiawi dalam hal ini, menyelamatkan 234 WNI dari Wuhan RRT dari dampak Virus Corona dengan melaksanakan observasi Karantina di Natuna, tentu membahayakan ribuan penduduk Natuna, sebab tidak ada yang bisa menjamin virus corona menyebar atau tidak, tukasnya.

Harapan saya, Pemerintah Pusat agar mendengar aspirasi masyarakat dan mempertimbangkan kebijakan yang sudah ada, sebab masyarakat resah pak, ucap Aramli dengan mimik wajah cemas.

Saat ditanya media ekspres. id mengenai kebijakan Desa mengatasi masalah ini, Aramli mengatakan masih sebatas arahan dari Sekretaris Daerah Wan Siswandi melalui surat edarannya, agar sekolah PAUD, SD dan SMP di liburkan begitu juga masyarakat agar mengurangi aktivitas diluar dan kami berharap ada bantuan masker di Desa Ceruk.

Laporan : Budi Darma Sianipar

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.