Kasus Pencurian dan Kekerasan di Desa Harapan Jaya, Akhirnya Terungkap

Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto, SIK., saat menunjukkan barang bukti kasus pencurian dan kekerasan yang dilakukan BU.

 

Natuna (ekspres.id) – Kasus pencurian dan kekerasan (curas) yang terjadi di Desa Harapan Jaya, Kecamatan Bunguran Tengah pada tanggal 10 Oktober 2019, akhirnya terkuak.

Tindak kekerasan dan pencurian dilakukan inisial BU umur 44 tahun tinggal di Dusun Mahligai Desa Sungai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna, pelaku berhasil di tangkap Jatanras Polres Natuna berdasarkan adanya laporan Polisi Nomor 43 tahun 2019.

Dalam konferensi Pers yang di pimpin langsung oleh Kapolres Natuna, AKBP Nugroho Dwi Karyanto, SIK., di dampingi FKPD, menjelaskan kronologi kasus pencurian dan kekerasan serta penangkapan pelaku.

Nugroho menjelaskan, pelaku inisial BU umur 44 tahun mengajak korban Harnani 41 tahun menemaninya membeli madu ke rumah keluarga pelaku di daerah Bunguran Batubi, namun keluarga si pelaku tidak ada di tempat.

Kemudian pelaku mengajak korban ke suatu pondok di Desa Harapan Jaya Kecamatan Bunguran Tengah dan memberi minuman extra joss yang dicampur dengan obat tidur.

“Melihat korban dalam keadaan sempoyongan, pelaku pun melakukan aksinya mengajak korban berhubungan badan. Namun sayang, korban spontan menolak permintaan si pelaku,” terang Nugroho.

Lanjut Nugroho, pelaku kesal akhirnya memukul korban dengan sebuah kayu sambil mencekik korban, kemudian merampas telepon genggam milik korban dan pergi meninggalkan korban.

Setelah adanya laporan Polisi Nomor 43 tahun 2019, Jatanras Polres Natuna berhasil membekuk pelaku tindak kekerasan dan pencurian beserta barang bukti, tanpa perlawanan di salah satu kediaman keluarganya.

Adapun barang bukti yang diamankan Kepolisian, sepeda motor Jupiter milik pelaku, kayu balok, baju dan celana panjang serta telepon genggam milik korban.

“Tersangka BU pun mengakui semua perbuatan nya, kepada pihak yang berwajib dan sudah sesuai dengan berita acara pengaduan,” jelas Nugroho.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 365 ayat (1) KUHP, dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara.

Laporan : Budi Darma Sianipar

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.