Bakti SKK Migas Poles Geopark di Ujung Utara Indonesia Menuju UNESCO

Taman bermain terbuka hijau yang dibangun SKK Migas dan KKKS di Pantai Piwang, Ranai.

Natuna (ekspres.id) – 
Gelora membangun daerah dari sabang sampai merauke selalu di kumandangkan Pemerintah Indonesia untuk mendongkrak ekonomi secara merata.

Hal itu sering disampaikan Presiden Joko Widodo dibeberapa pidatonya di istana merdeka. Indonesia negara maritim memiliki sumber daya alam yang melimpah termasuk budayanya.

Salah satunya pulau terluar di wilayah Kepulauan Riau Kabubaten Natuna memiliki potensi alam yang menggugah perhatian dunia.

Hal itu jelas terlihat di zona ZEE lautan Indonesia selalu mendapat gangguan dari negara tetangga serta praktek ilegal fishing maupun klaim sepihak dari China bahwa itu teretorial mereka.

Landmark Geopark Natuna, dibangun oleh SKK Migas dan KKKS, guna mendukung pengembangan Geopark Natuna menuju UNESCO.

Tentu semua itu terjadi karena sumber daya alam yang ada di Pulau Natuna sangat melimpah, jika di kelola dan di optimalkan oleh Pemerintah Pusat dan daerah bersama lembaga terkait,tidak menutup kemungkinan mutiara di ujung utara ini menjadi pemasok pundi-pundi Rupiah bagi negara dan daerah yang jangka panjang.

Menyikapi hal itu Pemerintah Indonesia mengukuhkan Natuna menjadi Pangkalan Militer sebagai pertahanan terluar Indonesia dengan berbagai Alutsista tempur yang canggih untuk melindungi wilayahnya maupun sumber daya alam yang ada didalamnya dari ancaman negara luar,sebagai bentuk pernyataan sikap bahwa Natuna adalah milik Indonesia.

Natuna juga salah satu stok migas terbesar di dunia, baik itu bahari laut dan keindahan alamnya serta objek wisata ,menarik untuk dikembangkan maupun di promosikan. Seperti Batu Kasah,Pulau Senua, Tanjung Senubing, Pulau Akar, Tanjung Datuk, Pulau Setanau, Goa Bamak serta Gunung Ranai sebagai situs Geosit yang layak dikunjungi.

Atas dasar tersebut Natuna ditunjuk sebagai taman bumi Nasional atau Geopark Nasional menuju UNESCO Global Geopark.

Melihat besarnya potensi ini, membuat Pemerintah Daerah melalui intansi terkait mulai berbenah, mengadakan even tahunan seperti funtouristic tahun 2019 silam dengan berbagai ajang lomba seperti, lomba layang-layang internasional di ikuti 21 manca negara, lomba gasing, tari Melayu, nyuloh ,burung berkicau dan lain sebagainya dengan tujuan menggugah minat investor dan wisatawan nusantara maupun manca negara datang berkunjung ke Natuna.

Tampak jalan masuk menuju kawasan geosite Tanjung Datuk, telah dipasang Panel Informasi oleh SKK Migas bekerjasama dengan KKKS.

Begitu juga dengan Pantai Jelita Sejuba di Sepempang Kecamatan Bunguran Timur, dengan kemudahan segala perijinan, pihak pengusaha swasta juga berbenah dan menjadikan tempat ini layak di kunjungi serta dapat apresiasi dari Pemerintah Daerah , sebab dapat memberi warna baru untuk tempat berwisata dengan segala dekorasinya maupun fasiltas penunjang untuk memanjakan pengunjungnya.

Tidak sampai disitu saja, Pemerintah Daerah dan Dinas Parawisata kembali lagi menyulap Pantai Kencana menjadi Pantai Piwang di tahun 2018 dengan sokongan dari SKK Migas bersama KKKS yang terdiri dari Medco E&P dan Premier Oil melalui program CSR (Corporate Social Responsibility).
Objek wisata ini jadi tempat paling banyak dikunjungi masyarakat setempat maupun dari luar untuk liburan di akhir pekan, sebab tidak jauh dari jantung kota Natuna kota Ranai.

Tidak mau ketinggalan dengan Pemerintah Daerah maupun Dinas Parawisata setempat, bakti perusahaan besar sekelas Medco E&P dan Premier Oil turut serta mendandani taman bermain yang dulunya bernama Pantai Kencana dan sekarang disebut Pantai Piwang.

Selain itu industri hulu migas sangat konsen untuk mendukung pengembangan situs Geopark Nasional Natuna untuk menuju UNESCO Global Geopark, diantaranya dengan membangun panel informasi, rambu-rambu penunjuk arah, landmark Geopark Natuna di Pantai Piwang,penerangan jalan tenaga surya, gazebo di gunung gundul, brosur serta sosialisasi promosi Geopark Natuna.

Rambu penunjuk arah ke kawasan Geosite Tanjung Senubing (Batu Sindu), yang dibangun oleh SKK Migas dan KKKS.

Rencananya di tahun 2020 SKK Migas dan KKKS, juga kembali membantu Pemerintah Daerah untuk memoles sejumlah situs yang terdaftar Geopark Natuna.

“Untuk bentuk bantuan tersebut belum diketahui secara pasti, masih dalam proses pembahasan bersama Pemda Natuna. Yang jelas kami tetap berkomitmen untuk mendukung Geopark Natuna agar go internasional, ” ucap Pjs. Kepala SKK Migas Sumbagut, Haryanto Syafri, Kamis/06/08/2020 melalui webinar LKJ tahun 2020 di Natuna.

Ia juga menjelaskan, bahwa saat ini industri hulu migas sedang di hadapkan dengan situasi pandemi covid 19,sehingga membuat perusahaan konsorsium harus bekerja lebih extra dengan menetapkan protokol kesehatan dengan berbagai keterbatasannya.

Belum lagi situasi pangsa pasar minyak menurun drastis, akibat banyaknya pabrik menutup kegiatan industrinya sehingga berdampak menurunnya permintaan migas ke industri hulu migas.

Disisi lain SKK Migas harus bisa memenuhi target lifting migas nasional yang ditetapkan di dalam APBN tahun anggaran 2020. Sementara pihak industri Migas harus mengurangi karyawan untuk mendukung kebijakan Pemerintah dalam memerangi covid 19.

Tanjung Senubing atau biasa dikenal dengan Batu Sindu, memiliki keindahan alam yang sangat eksotis dan mempesona.

Namun hal itu tidak menyurutkan industri hulu migas untuk menjaga suplay energi nasional serta membangun Daerah di seluruh kawasan Sumbagut yang ditetapkan sebagai Geopark Nasional menuju UNESCO Global Geopark.

Bakti SKK Migas tidak berhenti disitu saja, berbagai bantuan di masa pandemi korona seperti, penyaluran alat pelindung diri (APD), alat kesehatan (Alkes) serta bantuan pangan kepada masyarakat terdampak pandemi dengan nilai fantastis mencapai Rp. 5 milyar.

Lembaga yang dibawah naungan Kementrian ESDM ini patut diacungi jempol, rasa peduli, rasa membangun daerah menjadi nilai tersendiri untuk membangun negeri demi masa depan bangsa.

Hal itu terlihat jelas dimasa pandemi korona, dengan ajakan kepada seluruh media agar berpartisipasi mempromosikan potensi daerah maupun budayanya diacara webinar , Kamis/06/08/2020, dan bukan sekedar Lomba Karya Jurnalistik, tapi dapat menuangkan isi tulisan menjadi ajakan nyata dalam membagun daerah.

Penulis : Budi Darma Sianipar

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.