Merasa Ditipu, Oknum Distan Tulang Bawang Dilaporkan ke Polisi

Tulang Bawang (ekspres.id) – Ketua UPJA (Usaha Pelayanan Jasa Alsintan) Mulya Jaya Kampung Sungai Luar Kecamatan Menggala Timur Kabupaten Tulang Bawang (Tuba) Provinsi Lampung, laporkan Dinas Pertanian Kabupaten Tulang ke Polres setempat.

Menurut Mulyadi selaku Ketua UPJA Mulya Jaya Kampung Sungai Luar, ketika dikonfirmasi dikediamannya kepada TIM mengatakan, sampai terpaksa melapor ke Polres Tuba karena dirinya selama ini merasa dibohongi dan ditipu oleh oknum Dinas Pertanian Tulang Bawang, terkait pinjam pakai alat berat Excavator bermerk Pindad yang sampai saat ini tidak ada kejelasannya, Senin 15 Juni 2020.

Excavator Yang Dipinjamkan Ke Kampung Sungai Luar
Kepada TIM selanjutnya Mulyadi memaparkan Kronologis adanya alat berat berupa sebuah Excavator di Kampung Sungai Luar, berawal ia dihubungi Irhammudin, SP.,MH., Kasi Pupuk dan Alsintan Dinas Pertanian Kabupaten Tulang Bawang pada 08 November 2018 lalu melalui handpone genggam, mengatakan bahwa bantuan pinjam pakai alat Excavator dari Provinsi atau Pusat sudah datang dan berada di Bawang Latak Menggala, untuk diambil dan membawanya ke Kampung Sungai Luar.

“Awalnya saya dibel oleh Irham pegawai dari Dinas Pertanian Tulang Bawang dari Kampung Bawang Latak Menggala, dan katanya alat (excavator-red) datang bantuan dari provinsi atau dari pusat,” kata Mulyadi.

Selaku Ketua UPJA, saya bersama salah satu tokoh masyarakat kesana mengambil excavator tersebut untuk dipergunakan di Kampung kami yang lagi memerlukannya. “Namun, kami disuruh Irham duluan membawanya ke Kampung Sungai Luar, dan mengenai surat penyerahan atau pinjam pakai kata Irham nanti menyusul karena belum ditandatangi Kepala Dinas pak Sumarno,” terang Mulyadi.

Lalu enam bulan kemudian, pada bulan Mei 2019, lanjut Mulyadi, pak Irham ngebel pak Rudi Sekretaris UPJA Kampung Sungai Luar, mengatakan mau pinjam excavator dengan alasan mau dipakai di Way Kanan. Dan tanggal 08 Mei 2019 sekira Pukul 23.00 WIB tengah malam, pak Irham dan Karni dari Dinas Pertanian Tulang Bawang bersama Rasid Wahyono Ketua UPJA Mandiri Kecamatan Bahuga Way Kanan datang mau pinjam dan membawa Excavator tersebut, yang katanya mau dipakai di Way Kanan.

“Saya tanyakan surat dari Dinas Pertanian, tapi jawab Irham, nanti nyusul ini mendadak, surat dari provinsi nanti nyusul, begitu juga dari Kabupaten,” maklum saja sudah malam surat-surat nanti disusulkan,” ujar Mulyadi menirukan ucapan Irham kepadanya.

“Sesuai yang nitip dan serahkan excavator tadinya pak Irham yang saya ketahui dari Dinas Pertanian Tulang Bawang, dan sekarang dia yang datang pinjam langsung hanya paling lama 20 hari saja, saya pun mau bilang apa, saya percaya saja, maka saat itu hanya dibuatkan berita acara serah terima peminjaman alat berat excavator, dengan alasan pinjam pakai dan pertanggung-jawaban dengan selama waktu pinjaman yang mereka tentukan.” Berita acara tersebut kami tandatangi bersama termasuk pak Irham yang mengetahuinya,” papar Mulyadi.

Namun, lanjut Mulyadi, sampai saat ini tidak ada kejelasan dan kabar beritanya. Baik Irham sendiri selalu saya hubungi lewat handpone tidak pernah mau ngangkat, dan pak Sumarno Kadisnya pun kalau ditanya, selalu bilang nanti diupayakan, nanti diupayakan terus begitu jawabnya, tapi buktinya sekarang apa yang diupayakan mereka, sementara Kampung kami lagi memerlukan excavator tersebut.” Dan saya dapat informasi excavator itu ada di daerah Gedung Aji Baru,” ungkap Mulyadi dengan nada kecewa.

“Kami selama ini merasa tertipu oleh pak Irham dan tentunya juga pak Sumarno sebagai Kadisnya, karena gak mungkin Irham berani berbuat sendiri, maka hal ini terpaksa kami laporkan ke Polres.” Kalau benar-benar alat tersebut ditarik dari Provinsi atau Pusat mana surat-suratnya, dan kami pun tidak permasalahkan asal suratnya jelas, karena alat tersebut bukan milik kampung kami. Bahasanya “pinjam pakai” tapi kalau tidak ada surat menyuratnya apa itu bukan penipuan,” ujar Mulyadi jengkel.

Selaku UPJA Kampung Sungai Luar Mulyadi mengharapkan, karena masyarakat dan Kampung masih membutuhkan excavator, jika memang sudah ditarik kami minta kejelasan dan kami minta surat penarikannya agar tidak ada kesalahfahaman masyarakat.

Dan kami minta agar permasalahan ini bisa diangkat dan diusut tuntas, karena banyak kejanggalan dan ada indikasi alat tersebut mungkin disewakan ditempat lain, karena saya sendiri dimintai uang oleh Irham dengan alasan biaya mobilisasi, tapi kami hanya mampu bisa kasih uang hanya sejumlah 8 juta,” tambahnya.

Ditempat terpisah, harapan yang sama juga disampaikan Kepala Kampung Sungai Luar, agar excavator tersebut bisa dikembalikan dulu ke Kampungnya, karena masyarakat masih perlu dengan bantuan alat tersebut.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tulang Bawang Ir. Sumarno ketika dikonfirmasi diruang kerjanya (Selasa, 23/06) mengatakan, excavator tersebut milik Provinsi yang dipinjam pakaikan untuk Kabupaten Tulang Bawang.” Bahkan ada tiga excavator, dan dalam dua minggu kedepan akan dikembalikan ke Provinsi,” ujarnya.

Mirisnya, jika excavator tersebut dipinjam pakaikan untuk Kabupaten Tulang Bawang, mengapa saat lagi dipergunakan di Kampung Sungai Luar Kabupaten Tulang Bawang, lalu dialihkan secara mendadak ke Kabupaten Way Kanan dengan tidak bisa menyerahkan surat pernyataan resmi dari dinas terkait dan dilakukan pada malam hari,” kata Ma’lubin seraya mengelus-elus jenggotnya yang sudah memutih.

Laporan : Safarudin

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.