Seragam Sekolah Gratis Tak Sesuai Ukuran Bisa Ditukar

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Atmadinata.

Wali murid siswa baru yang menerima seragam sekolah gratis dari Pemkot Tanjungpinang mengeluhkan ukuran yang tidak sesuai.

“Seragam sekolah gratis yang diterima tak sesuai ukuran. Macam mana anak kami mau pakai. Seragamnya saja tak sesuai ukuran. Sizenya L tapi sempit dan ketat kalau dipakai,” ucap salah seorang wali murid yang menerima bantuan seragam sekolah gratis, Kamis (23/1).

Wali murid ini menyebut, ukuran saat melakukan pengukuran sudah dikasih. “Tapi sekali sudah siap seragamnya tak bisa pula dipakai,” kecewanya.

Wali murid ini belum melapor ke pihak sekolah ketika ditanya. “Segera akan saya laporkan ke pihak sekolah agar ada solusi yang diberikan,” ungkapnya.

Ia menyebut banyak juga wali murid lain mengalami hal yang sama meskipun tidak semua seragam.

“Yang tak muat ada, yang muat ada juga,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Atmadinata menuturkan, seragam sekolah gratis yang tidak sesuai ukuran bisa dibawa ke tukang jahit untuk diganti atau ditukar.

“Siswa atau wali murid bisa memberitahukan kepada pihak sekolah mengenai seragam yang diperoleh tidak sesuai ukuran. Nanti pihak sekolah yang akan menghubungi penjahitnya,” jelasnya.

Tahun Ini Dipastikan Tidak Terlambat Lagi

Atmadinata, memastikan pembagian seragam sekolah gratis untuk pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2020 ini tidak akan terlambat lagi seperti tahun sebelumnya.

Kata Atma, seragam gratis yang menelan biaya Rp8,5 Miliar ditargetkan akan dibagikan pada minggu ketiga bulan Juli mendatang. Sebanyak 43 penjahit mulai mengerjakan usai lebaran Idul Fitri.

“Proses penjahitannya akan dimulai usai lebaran ini, kita tidak mau mengganggu rezeki penjahit di bulan puasa, biasanya menjelang lebaran orderan melimpah. Kira-kira Mei baru mulai,” ujarnya di Hotel Aston KM 12 Tanjungpinang, Kamis (27/2/2020) siang.

Ia menuturkan, tidak banyak perbedaan seragam dari tahun lalu, hanya saja yang berbeda pada baju batiknya karena Batik Gurindam XII akan digunakan oleh ASN dan para pelajar.

“Mulai tahun ini, batik kita akan seragam. SD satu motif dan SMP satu motif. Jadi tidak seperti yang lalu, yang bermacam macam motif. Yang kita pakai Batik Gurindam Dua Belas,” tutupnya.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.